Kenapa Orang Indonesia Masih Malas Membaca?
Dikutip melalui kompas.com, menjelaskan hasil studi tahun 2013 dari UNESCO menunjukkan, hanya 1 dari 1.000 anak di Indonesia yang senang membaca. Kenapa kebanyakan masyarakat di Indonesia sejak masih anak-anak malas membaca?
Ternyata ada banyak faktor yang menyebabkan orang Indonesia malas membaca, seperti:
1. Tradisi Bertutur Secara Lisan
Alasan pertama yang membuat masyarakat di Indonesia mayoritas malas dalam membaca adalah adanya tradisi bertutur secara lisan. Masyarakat kita tentu dekat dengan kebiasaan bercerita mengenai cerita-cerita rakyat.
Sehingga mendengarkan penuturan secara lisan dianggap lebih menarik dibanding membaca dalam bentuk tulisan. Tradisi ini yang kemudian ikut mempengaruhi minat baca menjadi lebih rendah.
2. Budaya di Lingkungan Sekolah
Alasan kedua adalah dari budaya di lingkungan sekolah. Sejak masuk di lingkungan sekolah, kebiasaan membaca buku dipandang sebagai aktivitas rutin untuk belajar demi meraih prestasi akademik. Alhasil banyak yang terpaksa membaca dan tidak membawa kebiasaan ini setelah lulus sekolah.
3. Bersaing dengan Media Lain
Alasan ketiga yang membuat masyarakat Indonesia cenderung malas membaca adalah adanya persaingan ketat dengan media lain. Masyarakat di Indonesia mayoritas menggunakan gadget yang memudahkan akses ke media sosial. Sehingga lebih betah bermain media sosial dibanding membaca buku.
4. Kurangnya Kesempatan
Alasan berikutnya adalah kurangnya kesempatan. Harus diakui, malas dalam membaca tidak selalu disebabkan oleh faktor internal. Tapi juga faktor lain di luar kendali masyarakat Indonesia itu sendiri.
MIsalnya kurangnya kesempatan untuk mengakses buku bagus atau berkualitas karena harga terlalu mahal. Sehingga akses ke buku-buku masih didominasi oleh kalangan menengah ke atas.
5. Kualitas Buku Masih Buruk
Alasan selanjutnya kenapa masyarakat Indonesia rentan malas membaca adalah karena kualitas buku masih buruk. Buku pendidikan terutama, yang dipandang terlalu kaku dan isinya susah dipahami.
Sejak masih duduk di Sekolah Dasar dan berhadapan dengan buku seperti ini, membuat anggapan anak-anak bahwa buku itu tidak enak untuk dibaca. Hal ini lantas terbawa sampai mereka dewasa, apalagi jika kualitas buku belum mengalami perubahan menjadi lebih baik.
6. Buku Asing Masih Terbatas
Kualitas buku di Indonesia yang masih buruk memang bisa diatasi dengan menyediakan buku asing yang diterjemahkan dengan baik. Namun, jumlahnya masih terbatas. Bahkan ada buku asing yang hasil terjemahannya juga jauh dari kata bagus.
https://penerbitdeepublish.com/malas-membaca/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar